Kunci-Kunci kebahagian

Syukur Al Hamdulillah Kami haturkan kehadirat Allah Yang telah menciptakan  kebahagiaan. Dan ditiupkannya pada setiap hati insan yang beriman. Rahmat dan keselamatan mudah-mudahan tercurahkan selalu kepada nabi pilihan yang membawa cahaya kebahagiaan. yang tak akan redup hingga akhir zaman. Dialah Muhammad SAW. kamipun memohon kepada Allah SWT.Mudah-mudahan kami dan keluarga selalu berada dalam lindungan dan BimbinganNya hingga sampai pada puncak bahagia, bertemu dan melihatNya di surga dalam cinta bersama kekasihNya, amin…


            Hidup bahagia adalah impian setiap manusia, dengan berbagai maca cara manusia mencarinya, bahkan tidak sedikit dari mereka mengorbankan sanak, family, keluarga dan sesamanya, Harta dan jabatan, kesehatan dan kemulyaan, dicari dan dikejarnya. Karena mereka menyangka disanalah kebahagiaan berada.Namun ketika harta dan jabatan, kesehatan dan kemulyaan diraihnya, kebahagiaanpun tidak ditemukannya. Maka tidak sedikit dari mereka berputus asa. Lalu dimanakah kebahagiaan itu berada dan siapakah yang memegangnya?

Iman dan amal sholeh. Sabar, ridla, dan Qana’ah. ikhlas dan Mujahadah. Syukur,  do’a dan Tawakkal adalah kunci  untuk memperoleh rasa aman, damai, tentram dan senang di hati itulah kebahagiaan.
Terwujudnya keinginan, baik berbentuk kesehatan diri, keluarga dan sanak family. Itu hanyalah sebab untuk memperoleh kebahagiaan, sedangkan olah raga, vitamin dan obat itu juga sebab untuk memperoleh sehat. Dan sehat serta bahagia itu sendiri adalah anugrah dari Allah SWT. 
“Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah SWT) yang menyembuhkan aku”.(QS. Asy syu’araa’/80)
Dan bila sehat itu disyukuri, dengan .memakan Makanan yang halal dan toyyibah maka hati bercahaya penuh bahagia, lembut dan husnu zdon (baik prasangka, bahkan seluruh anggota badan akan senantiasa bergerak menuju puncak bahagia sebagaimana disebutkan oleh Habib Abdullah bin Alawi Al Haddad dalam kitabnya Nashoihu diniyah.
 أن أكل الحلال ينور القلب, ويرققه, ويجلب له الخشية من الله والخشوع لعظمته, وينشط الجوارح للعبادة والطاعة, ويزهد في الدنيا ويرغب في الأخرة, وهو سبب في قبول الأعمال الصالحة واستجابة الدعاء.  كما قال 
عليه الصلاة والسلام: (أطب طعمتك تستجب دعوتك).

“ Sesungguhnya memakan yang halal itu akan menambah terangnya hati dan melembutkannya, dan menumbuhkan rasa takut kepada Allah serta khusyu’ akan keagunganNya, dan menumbuhkan energy semangat pada anggota badan untuk beribadah dan tho’at (kepada Allah SWT), dan mengurangi kecendrungan hati akan (kecintaan) pada urusan dunia serta menambah rasa senang akan urusan akhirat. Dan makanan halal tersebut menjadi sebab diterimanya amal baik dan dikabulkannya do’a. Sebagaimana yang di sabdakan Nabi SAW: (“Pilihlah makanan yang halal dan baik maka niscaya do’amu dikabulkan”).”
Atau keinginan yang berbentuk kesejahteraan dengan Harta yang melimpah, rumah yang megah,mobil yang mewah dengan segala fasilitas yang serba istimewa.itu adalah sebab untuk memperoleh hidup sejahtera. Dan sejahtera itupun sebab tumbuhnya rasa bahagia. Dan itu adalah karunia Allah yang Maha Kaya.
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”(QS. An-Nahl /97)
[839] Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.
 
Atau berbentuk kemulyaan baik karena factor ilmu, jabatan, atau kekayaan. Dan lepasnya diri dari permasalahan itu hanyalah sebab untuk memperoleh kebahagiaan. Dan itu adalah karunia Allah yang Maha Mulya.

Namun kebahagiaan tidak mungkin bisa di dapatkan, bila keinginan tidak didasari dengan keimanan, bila keinginan tidak berorentasi pada kebaikan, bila diri tidak ada kesungguhan dalam meraihnya, bila keinginan tidak di syukuri keberadaannya, bila keinginan tidak diterima apa adanya, Bila keinginan tidak dimohon pada Allah Yang berkuasa atas segalanya, bila keinginan tidak disandarkan kepadaNya, bila keinginan tidak didasari dengan kesabaran dalam menantinya, bila usaha untuk meraih keinginan tidak didasari dengan kemurnian hati karenaNya dan tiada kerelaan atas ketentuanNya.
Bila musibah menimpa pada diri orang yang beriman, maka ia sabar menerima dan amal baiknya semakin bertambah. Usaha dan do’a untuk melepaskan diri dari musiba, tetap dilakukannya, karena Allah SWT, dengan sungguh-sungguh namun ia tetap tawakkal kepadaNya dan yakin bahwa Allah memberikan yang terbaik pada dirinya.
Adapun dalil yang mendasari penjelasan kami diatas adalah firman Allah SWT;
“…….orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar.”(Ath Thalaaq /2)
 “…Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”.(QS.Ath Thalaaq / 3)
 Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembah-Ku, dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik.”(QS:An-Nur/55)
“dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".(QS.Ibrahim / 7)
 
“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, Maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah Maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.(QS.Al-Fathir / 2)
 “Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya”.(QS. Al-Bayyinah / 8)
ثلاث لايغل عليهم قلب مسلم : إخلاص العمل لله تعالى, ومناصحة ولاة الأمور ولزوم جماعة المسلمين .

“ Hati orang muslim tidak akan terbelenggu, bila ia menetapi tiga hal; Ikhlas beramal hanya bagi Allah SWT, Memberikan nasehat yang tulus kepada pemerintah, dan tetap berkumpul dengan masyarakat muslim.” (H.r.Ahmad)

                Dari penjelasan diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa, bahagia itu adalah sehatnya hati, damai dan tentramnya hati, cinta dan senagnya hati, sejahtera dan barokahnya hati yang berada dalam genggaman kekuasaan Allah yang menguasai setiap hati yang ada di muka bumi. Dialah yang meniupkan seluruh kebahagiaan pada seluruh hati hambaNya yang beriman yang Dia kehendaki.
Bila iman telah berbuah damai, tentram, sehat, cinta, senang, sejahtera dan bermukim dihati maka seperti apapun pemberian dan ketentuan Allah SWT akan terasa bahagia bagai langit, bumi dan isinya berada dalam genggamannya. Nabi SAW bersabda;
من أصبح آمنا في سر به, معافى في بدنه, عنده قوت يومه, فكأنما حيزت له الدنيا (رواه.ترمذى)

“Barang siapa yang damai hatinya, sehat badannya, walau ada makanan hanya untuk sehari maka seakan-akan dunia dan isinya berkumpul ditangannya.”

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kunci-Kunci kebahagian"

Posting Komentar

Tulisan adalah cermin kepribadian, silahkan sobat komentar