Zakat Diberikan Kepada Santri


Pada dekade ahir-ahir ini, banyak santri yang belajar ilmu agama di pondok pesantren hanya bermodalkan nekad, dia sedikitpun tidak memiliki biaya, sebab ia berlatar belakang dari keluarga yang kurang mampu, sehingga ketika belajar di pondok ia harus sambil bekerja. Hal yang demikian itu tentu bisa menghambat kesuksesan belajarnya. Bolehkah ia menerima harta zakat?.
Jawab: Menurut pendapat yang shohih yang masyhur hukumnya diperbolehkan, dengan syarat ia belajar dengan sungguh-sungguh, dan ilmu yang ia pelajari minimal ilmu yang sebangsa fardlu kifayah.
Keterangan ini diambil dari kitab majmu’ syarah muhazddzab juz 6 halaman 190 (maktabah syamilah). Para ulamak berkata:
“andaikan seseorang bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dengan kedudukannya, akan tetapi ia sibuk belajar ilmu agama, yang sekiranya andaikan ia bekerja tentu tidak akan mendapatkan ilmu , maka halal baginya untuk menerima zakat, karena mendapatkan ilmu itu hukumnya fardlu kifayah.
          Sedang orang yang tidak bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, maka tidak halal baginya menerima zakat, bila dia mampu bekerja dan sekalipun dia berdomisili di madrasah. Pendapat ini adalah pendapat yang shahih dan masyhur.
          Imam Ad-Darimi menyebutkan tiga pendapat tentang kasus orang yang sibuk dengan menuntut ilmu:
1.     Orang yang menuntut ilmu berhak menerima zakat sekalipun ia mampu bekerja.
2.     Orang yang menuntut ilmu tidak berhak mnerima zakat secara mutlak kalau ia mampu bekerja.
3.     Andaikan dia bisa diharapkan kefaqihannya dan bisa memberi manfaat kepada orang islam dengan ilmunya maka dia berhak menerima zakat. Jika tidak bisa diharapkan kefaqihannya dan tidak bisa memberi manfaat kepada orang islam maka tidak berhak menerima zakat.
Imam Ad-Darimi telah menyebutkan tiga pendapat diatas dalam bab sodaqah sunnah. Barang siapa yang selalu beribadah sunnah dan pekerjaan itu bisa menghambat dirinya dari ibadahnya atau menghabiskan waktunya dengan beribadah sunnah,maka tidak halal baginya menerima zakat menurut kesepakatan ulamak, karena kebaikan (kemashlahatan) ibadahnya hanya bisa dinikmati oleh dirinya sendiri, lain halnya dengan penuntut ilmu (kemaslahatannya bisa dinikmati oleh orang lainnya)” .

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Zakat Diberikan Kepada Santri"

Posting Komentar

Tulisan adalah cermin kepribadian, silahkan sobat komentar