Pelecehan Sexual terhadap anak dibawah umur


 Dewasa ini nafsu telah banyak menyesatkan manusia. Menyakiti, menyengsarakan bahkan menodai kesucian, membelenggu nurani mengubur akal. Pelecehan sexual terhadap anak dibawah umur menjadi pembicaraan hangat di OpoMas kali ini. Dan yang sangat memprihatinkan pelaku amoral tersebut adalah seorang guru yang seharusnya menjadi tauladan bagi masyarakat lain, melindungi dan mengayomi anak didiknya malah justru berprilaku buruk dan menjadi ancaman bagi anak didiknya. inilah bentuk dari kejahatan hawa nafsu manusia yang terkadang bertindak melebihi binatang yang tidak berakal dan tidak beragama.

  Beberapa aktifis OpoMas berkeinginan agar lembaga pendidikan di Indonesia diterapkan sistem islam. Dimana dalam islam siswa laki dan perempuan ditempatkan pada tempat terpisah, dan guru untuk siswa perempuan juga harus guru perempuan, begitu pula siswa laki diajarkan oleh guru laki-laki dengan aturan tegas yang menutup kemungkinan guru untuk berbuat buruk pada muridnya. Dan mereka berkeinginan membawa aspirasi ini ke Departemen pendidikan. Disinilah perbedaan muallim (pengajar) dengan murobbi (pendidik). Dimana muallim kecendrungannya hanya menyampaikan materi pelajaran sedangkan Murobbi lebih pada mendidik dengan cara menyampaikan, mengajarkan, memberikan contoh dalam setiap langkah kehidupan bahkan mendo’akan secara ikhlas karena mengharap ridla Allah subhanahu wa ta’ala.
Namun penulis juga berpandangan bahwa, seperti apapun aturan dan sistem dibuat, bila hawa nafsu mereka tidak diikat, maka ancaman kejahatan akan terus melekat. Oleh karena itu penulis rasa perlu untuk membahas nafsu, karakter dan cara menaklukannya .
 Nafsu bila dibiarkan akan manguasai hati dan bila hal itu terus berjalan Akan menggelapkan qolbu, sehingga diri tidak mampu menerima ilham atau kebenaran Allah SWT.
فَلاَتَرُمْ بِالمَعَاصِى كَسْرَ شَهْوَتِهَا   #   إِنَّ الطَّعَامَ يُقَوِّيْ شَهْوَةً النَّهِمِ
“Jangan berharap mengalahkan nafsu dengan bermaksiat, sungguh dengan makanan yang disenangi nafsu seraka semakin kuat.”
وَالنَّفْسُ كَالطِّفْلِ إِنْ تُهْمِلْهُ شَبَّ عَلَى   #   حُبِّ الرَّضَاعِ وَإِنْ تَفْطِمْهُ يَنْفَطِمِ
“Nafsu itu seperti bayi, bila dibiarkan terus menyusu maka akan semakin cepat dewasa, dan jika dihentikan (menyusunya), (disape) maka dia akan berhenti.”
كَمْ حَسَنَتْ لَذَّةً لِلْمَرْءِ قَاطِلَةً   #   مِنْ حَيْثُ لَمْ يَدْرِ أَنَّ السَّمَّ فِى الدَّسَمِ
“Berapa banyak orang terbunuh (saat) ia menikmati kelezatan, dari sekiranya(karena) ia tidak tahu sesungguhnya racun itu ada didalam lemak.”
Ø Bila nafsu dipenuhi keinginannya, maka nafsu akan semakin kuat untuk menguasai diri kita.
Ø Dahsyatnya kejahatan nafsu melebihi kejahatan iblis.
Ø Keberhasilan iblis dalam mempengaruhi kita adalah karena bantuan hawa nafsu kita sendiri.semula hawa nafsu membangkitkan berbagai macam kesenangan di hati kita, lalu ia mengajak untuk meraihnya, Inilah awal konspirasi nafsu dengan iblis.
Ø Janganlah sampai tertipu hawa nafsu melalui panjang angan-angan. Janganlah sampai kita diperdaya melalui kelambanan atau menunda bertaubat dan bermalas-malasan beribadah kepada Allah.
فالصرف هواها وحاذرأن توليه   #   إن الهوى ماتولى يصم او يصم
“Hindarilah keinginan nafsu, jauhilah kamu (dari) mempertuankannya, sungguh nafsu itu tuli dan membuat tuli (dirimu) selama kamu menjadi budaknya.”
Ø Kelengahan kita mengawasi hawa nafsu, akan menenggelamkan kita dalam pengaruhnya. Dan bila diri sudah berada dalam pengaruh hawa nafsu, maka sikap, prilaku, ucapan dan fikiran selalu buruk dan negatif.
Ø Dan hanya Allah saja yang tahu Karena Allah yang menciptakannya. Oleh karena itu hendaklah kita mendekatkan diri pada Nya dan memohon perlindungan kepada Nya dari kejahatan nafsu kita sendiri.
Ø Istimror (selalu) berdzikir kepada Allah dengan dzikir lisan atau hati bahkan dengan dzikir amal. Karena hanya dengan demikian kita dapat memupus panjangnya angan-angan. Menyatukan fikiran dan rasa kedalam hati lalu dibawa menghadap kehadlirat Allah subhanahu wata’ala.
Ø Ingat selalu kalau kita akan mati. Dan kita tidak tahu kapan kematian itu tiba. selanjutnya kita akan menghadap pengadilan Allah, sementara dosa kita tidak terhitung adanya. Disanalah akan tubuh kesadaran untuk selalu bertaubat dengan taubatan nasuha.
Ø Belenggu nafsu dengan iman dan taqwa, serta lemahkan ia dengan menjauhkan diri dari kesenangan dan keinginannya. Maka ihsan dalam sifat,sikap dan prilaku akan tumbuh dari kita.
“Rasulullah bersabda : “hidupkanlah hatimu dengan sedikit tertawa dan sedikit kenyangnya dan sucikan hatimu dengan lapar dan haus.”
Lukman al –hakim perna berpesan pada anaknya ,” Wahai anakku, janganlah engkau banyak makan dan banyak tidur .Sebab orang yang banyak makan dan tidur manjadi miskin amal shalih kelak di hari kiamat .”
Perut itu ibarat belanga .Jika diisi oleh masakan akan menyala .Asapnya mengenai hati yang ada di atasnya .Bila hati terus –menerus terkena asap ,ia menjadi hitam tertutup kotoran .semakin lama semakin berkerat .Akibatnya menjadi tumpul dan hilang kecerdasan .
Dalam sebuah riwayat di tarangkan bahwa Easulullah SAW . bersabda,” Jangan mematikan hatimu dengan banyak makan dan minum . karena hati akan mati seperti tanaman  yanglayu sebab kebanyakan air .”
Diterangkan dalam sahibul hikayat ,bahwa suatu ketika Yahya bin Zakaria alaihis salam melihat Iblis .Makhluk jahat tersebut membawa beberapa kail.
“ Apa yang kau bawa ?” Tanya Zakaria.
“ini adalah aneka kesenangan yang dapat  membuatku mengail manusia ,”jawab Iblis
Apakah engkau telah mendapat sesuatu terhadapku dengan kail itu ?”
“Tidak hanya saja engkau perna kenyang dalam suatumalam , lalu aku membuatmu berat dalam menunaikan shalat malam.”
“ Pastinya ,aku tidak akan membuat diriku kenyang antuk selama –lamanya ,”ujar  Zakaria.
“ Adalah hal yang pasti pula , aku tidak akan memberi nasihat seperti ini kepada manusia untuk selama-lamanya ,”  kata Iblis menyesal  karena membuka rahasianya. 

     

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pelecehan Sexual terhadap anak dibawah umur"

Posting Komentar

Tulisan adalah cermin kepribadian, silahkan sobat komentar