Keutamaan Berbakti Pada Suami


 “ Ayah dan ibuku adalah tebusanmu, wahai Nabi Allah! Aku datang kemari menghadapmu mewakili kaum wanita untuk mengajukan suatu pertanyaan. Tuhan telah mengutusmu sebagai Nabi bagi segenap manusia, baik laki-laki maupun wanita. Kami beriman kepadamu dan kepada Tuhanmu. Namun undang-undangmu telah mengajarkan kami,  kaum wanita, diam di rumah. Dalam urusan sosial dan politik, kami tidak diikutsertakan. Kami hanya menjadi sasaran pelampiasan birahi kaum pria dan tempat mengandung anak-anak yang mereka bibitkan. Kalian kaum lelaki, sibuk menghadiri rapat-rapat, menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah ke pemakaman, dan menunaikan ibadah haji. Bahkan kalian berjihat di jalan Allah (berperang), sedangkan kami, kaum wanita, tidak dapat pergi berjihat. Jika mereka pergi meninggalkan rumah untuk melaksanakan haji atau yang lainnya, kamilah yang bertugas menjaga harta mereka, menjahit pakaian mereka, serta merawat dan membesarkan anak-anak mereka. Apakah kami juga, kaum wanita, mendapat bagian pahala dari perbuatan baik (politik ataupun kemasyarakatan) kaum lelaki?”  kata Asma’ panjang lebar.
            Rasulullah sangat terharu mendengarkan pertanyaan Asma’ yang jujur dan mengena itu. Sejenak Rasulullah menoleh kearah para sahabatnya seraya berkata, “ Pernahkan kalian mendengar pertanyaan keagamaan dari seorang wanita sebaik pertanyaannya?”
            Para sahabat yang sedang duduk mengitari nabi hanya menggeleng-gelengkan kepala.
            Kini Rasulullah kembali menoleh kearah tamu wanita itu seraya berkata dengan nada serius, “ Wahai Asma’, dengarkanlah jawabanku dengan baik, lalu sampaikanlah kepada kaum sejenismu bahwa pahala usaha seorang wanita untuk meraih kerelaan suaminya dengan melayaninya secara baik dan menta’atinya  sama dengan pahala haji, jihad, dan seluruh perbuatan baik.”
            Seusai mendengar jawaban Rasulullah, hati Asma’ berbunga-bunga. Begitu bahagianya  Asma’, hingga serasa ingin berlari, bahkan terbang untuk menyampaikan secepatnya berita gembira dari Rasulullah itu kepada kaumnya. Asma’, nyaris lupa pamit kepada Rasulullah, karena ingin segera pulang menemui sekelompok wanita yang telah lama menunggunya.
            Asma’  menyampaikan berita gembira itu kepada kaumnya dengan penuh semangat. Setelah mendengar berita dari Asma’, wanita-wanita itupun saling berpelukan, pertanda bahagia. Sejak sa’at itu, Asma’ dipilih oleh kaum wanita sebagai wakil mereka.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Keutamaan Berbakti Pada Suami"

Posting Komentar

Tulisan adalah cermin kepribadian, silahkan sobat komentar