Fenomena Asuro

      

 Fenomena hari kesepulu di bulan muharram ( hari asuro), menjadi suatu hari khurofat (hari yang penuh dengan ritual kegaiban) dikalangan sebagian masyarakat, hususnya masyarakat jawa sebagian dari mereka ada yang memandikan keris, ada yang mengarak kerbau kerajaan, dan mengambil kotorannya sebagai obat, bahkan ada pula yang memberikan sesajen untuk jin penjaga desa atau laut bagi masyarakat nelayan, (mbahu rekso, jawa) atau dengan kata lain sedekah bumi, yang terkadang terdapat hal-hal mungkar yang mereka lakukan, dengan berharap kebahagian dan keselamatan melalui ritual tersebut, hal tersebut sebenarnya adalah prilaku ummat hindu dan sangat bertentangan dengan ajaran aqidah Islam yang selalu menjadikan Allah SWT sebagai tempat berlindung dan permohonan.

Dalam kitab al jamal ‘alal jalalain pada tafsir surat jin dijelaskan ;
قال مقاتل كان أول من تعوذ بالجن قوم من أهل اليمن من بني حنيفة ثم فشا ذلك في العرب فلما جاء الإسلام صار التعوذ بالله تعالى لابالجن. 
“Orang yang pertama yang minta perlindungan kepada jin adalah kaum dari bani hanifah di Yaman, kemudian hal teersebut menyebar ke arab. SETELAH Islam datang, maka belindung kepada Allah SWT.”
Penafsiran diatas menjadi dalil haramnya ritual-ritual tersebut, bahkan bila ritual tersebut diyakini akan memberi kebahagian atau kekayaan yang datang dari jin penunggu desa, laut atau keris yang mereka rayakan, maka akan menyeret mereka pada kesyrikan.
Lain halnya apabila memandikan keris itu hanya sekedar untuk menjaga kebersihannya dan tidak ada suatu keinginan yang disandarkan pada keris, atau penunggu keris tersebut, demikian juga dengan istilah sedekah bumi, apabila makanan atau apapun bentuk harta yang dikeluarkan itu tidak dibuang atau di larutkan kelaut yang berakibat tabdir, tapi disedekahkan pada fakir miskin setempat atau dibuat makan bersama dan acaranya diisi dengan membaca sholawat serta do’a bersama kepada Allah SWT, maka hal tersebut akan berdampak positif dan fainsya’Allah akan mendapat pahala.
                Hari ke sepuluh dari bulan Muharram yang dikenal dengan hari asuro, memang merupakan salah satu hari yang dimulyakan oleh rasulullah SAW, karena hari itu adalah hari dimana Allah SWT menciptakan langit, bumi, matahari, bulan dan beberapa peristiwa terjadi dihari tersebut, dan rasulullah SAW mensikapinya dengan berpuasa, sebagaimana diterangkan dalam kitab “Mukasyafatul Qulub” yang disusun oleh imam Gozali ;
وقد ورد في فضل يوم عاشوراء اثار كثيرة منها أنه تيب على أدم فيه, وكان خلقه فيه, وفيه أدخل الجنة, وفيه خلق العرش والكرسي والسموات والأرض والشمس والقمر والنجوم, وولد إبراهيم خليل فيه, وكانت نجاته من النار فيه, وكذلك نجات موسى ومن معه, وأغرق فرعون ومن معه فيه, وفيه ولد عيسى وفيه رفع إلى السماء, وفيه رفع إدريس مكانا عليا,وفيه استوت سفينة نوح على الجودي, وأعطى فيه سليمان الملك العظيم, وأخرج يونس من بطن الحوت, ورد بصر يعقوب عليه, وأخرج يوسف من الجب, وأول مطر نزل م ن السماء إلى الأرض في يوم عاشوراء, وكان صومه معروفا بين الأمم حتى قيل : بأنه فرض قبل رمضان ثم نسخ به

“Dan sungguh banyak peristiwa istimewa yang ada dihari asuro, diantaranya ; nabi Adam diterima taubatnya dan di ciptakan serta masuk surga di hari Asuro, Allah ciptakan Ares, Kurs, langit, bumi, matahari, bulan dan bintang dihari Asuro, Nabi Ibrahim dilahirkan dan di selamatkan dari api raja namrut di hari Asuro, Nabi Musa bersama pengikutnya diselamatkan dari kejaran fir’aun dan Fir’aun ditenggelamkan bersama pengikutnya di hari Asuro, Nabi Isa dilahirkan dan di angkat kelangit di hari Asuro, di hari Asuro juga nabi Idris diangkat kemaqam yang mulia, perahu nabi Nuh bersandar di bukit jud, nabi Sulaiman menjadi raja agung, di hari Asuro pula nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan dan dikembalikannya penglihatan nabi Ya’kub serta keluarnya nabi yusuf dari sumur, dan di hari Asuro awal hujan diturunkan oleh Allah SWT ke bumi,” dan puasa di hari asuro sangat di kenal dikalangan ummat hingga dikatakan wajib sebelum puasa ramadlan namun anggapan itu kemudian dihapus.
            Dalam sebuah hadist, menjelang wafatnya beliau nabi Muhammad SAW bersabda ;
إن عشت إلى قابل لآصومن التاسع و العاشر:
“ Jika saya hidup hingga akan datang, maka niscaya saya akan sungguh-sungguh berpuasa hari Sembilan dan sepuluh bulan Muharam”
Dan diriwayatkan dari imam baihaqi dalam kitab sya’bul iman:
" من وسع على عياله وأهله في يوم عاشوراء وسع الله عليه في سائر السنة:
“ barang siapa yang memberi keluasan rizqi, kebaiakan dan kebahagiaan kepada keluarga dan sana’ kerabatnya di hari Asuro maka Allah SWT, akan memberi keluasan rizqi, kebaikan dan kebahagian kepadanya”.
            Berbagai macam peristiwa yang luar biasa dan keutamaan yang terjadi di hari Asuro telah ditafsirkan bermacam-macam oleh banyak orang hingga tercipta berbagai macam ritual yang terkadang sangat bertentangan dengan aqidah islam ala ahlussunnah wal jema’ah, dan hal tersebut akan merusak iman diri dan yang mengikutinya, jauh dari kebahagiaan, bahkan lebih mengarah pada kesesatan dan kesengsaraan.
 Dan yang tepat untuk mensikapi hari Asuro adalah mengikuti apa yang dicontohkan oleh beliau Nabi Muhammad SAW, yang menyambut hari Asuro dengan berpuasa dan berbagi kebahagian kepada keluarga dan sesama. Hal ini merupakan bentuk dari rasa  syukur kita kepada Sang pencipta yang menjadikan alam semesta sebagai fasilitas diri seorang hamba yang tunduk, tha’at dan menghambakan diri kepadaNya.
Semakin luas dan besar syukur kita kepadaNya maka Allah SWT, akan semakin memperluas fasilitas untuk kita. Para pembaca yang dirahmati Allah, meakhiri tulisan ini kami sebagai hamba yang lemah tanpa kekuatanNya, yang jahil tanpa IlmuNya, yang gelap tanpa cahayaNya, yang sesat tanpa petunjukNya yang yatim tanpa elusan kasih sayangNya berharap mudah-mudahan kajian ini bermanfa’at bagi kita semua, menjadi setetes air ditengah keringnya hati dari berbagai ritual yang menyesatkan. Amin……………….

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Fenomena Asuro"

Posting Komentar

Tulisan adalah cermin kepribadian, silahkan sobat komentar