Enam Langkah Untuk Mengalahkan Hawa Nafsu



Hati adalah kerajaan yang diperebutkan oleh dua kekuatan, yaitu junudur Rahman (tentara Allah) dan junudus syaithan (tentara syaithan). Setiap saat dua kekuatan tersebut terus berperang, saling menjatuhkan dan memenagkan kerajaan hati. Cara iblis menaklukkan hati, bersekutu dengan syahwat (hawa nafsu), dengan memunculkan gelamornya dunia, kesenangan, Kemewahan dan kenyamanan yang sudah barang tentu ada yang halal dan ada pula yang haram, ada yang baik dan ada pula yang buruk. hingga muncullah keinginan yang berorentasi pada urusan dunia untuk dicapai dan dimilikinya. Hati yang beriman akan memilih yang halal dan baik, sementara hati yang kurang beriman tidak peduli hal tersebut halal atau haram, baik atau buruk.

Keinginan demi keinginan duniawiyah mulai tumbuh mewarnai fikiran, iblispun menjanjikan dan menampakkan kesenangan, kemewahan, kenyamanan dan kenikmatan bila keinginan tersebut berhasil dicapai atau dimiliki. Saat itulah kompromi iblis dan hawa nafsu terjadi. Bayangan kemewahan, kenyamanan, kenikmatan dan kesenangan semakin jelas ditampakkan. Dan iblis mulai menampakkan bayangan kesengsaraan, penderitaan dan kesakitan bila keinginan-keinginan tersebut gagal dicapai dan dimiliki, hingga mulailah tumbuh rasa hawatir dan takut gagal. Semakin muncul gambaran kesengsaraan dan penderitaan dalam diri semakin besar perasaan takut gagal. saat itulah iblis menawarkan jalan cepat meraih keinginan, dengan berbagai macam kecurangan dan kejahatan, tidak peduli hal tersebut halal atau haram, baik atau buruk, bahakan tidak peduli kalau seandainya harus mengorbankan orang lain. Karena saat hawa nafsu dan iblis menguasai hati, hati akan menjadi gelap dan menulikan, sehingga tidak mampu melihat dan mendengarkan kebenaran.
   Namun bagi seorang Pemenang, yang telah mengalahkan hawa nafsunya, ia melihat gelamor dunia sebagai gudang tipudaya iblis. Kemewahan, kenyamanan dan kesenangan adalah pintu iblis untuk menjauhkan hamba dari Allah subhanahu wa ta’ala. Pola hidup sederhana adalah anjuran yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah sollallahu alaihi wa sallam. Seorang pemenang memahami keinginan yang muncul dihati dengan dua pemahaman. Keinginan bisa berarti anugrah namun keinginan bisa juga berarti musibah. Keinginan yang berorentasi pada urusan akhirat yang berfokus pada ridla dan cinta Allah berarti anugrah dari Allah subhanahu wa ta’ala sebagai bentuk pertolongan Allah kepada hamba yang disayanginya. Namun keinginan yang berorentasi pada ursan dunia yang berfokus pada kemewahan, kenyamanan, kenikmatan dan kesenangan itu berarti musibah dari Allah sebagai medan jihad hamba.

Enam langkah untuk mengalahkan Hawa nafsu adalah:
1.      Puasa atau lapar: Rasulullah SAW bersabda: “Pemimpin amal kebaikan adalah lapar,” adapun yang dimaksud dengan hadist tersebut bahwa, kecendrungan orang saat dalam keadaan lapar akan terasa mudah dalam beramal ibadah dan sebaliknya bila diri dalam keadaan kenyang, akan terasa berat dalam beribadah dan hati akan menjadi keras, sebagaimana nabi Muhammad SAW bersabda: “Tiga hal yang akan membuat hati menjadi kerasa: 1) suka tidur. 2) suka anggur. 3) suka makan (karena banyak makan menguatkan hawa nafsu).” Mafhum mukholafah dari hadis tersebut, bahwa hati akan lembut manakala diri tidak kenyang. Dalam hadis lai Nabi bersabda: “Hidupkanlah hatimu dengan sedikit tertawa dan sedikit kenyang dan sucikanlah hatimu dengan lapar, (karena lapar akan membuat hati kita) bening dan lembut,”. Dan dengan puasa insya’Allah nafsu dapat dilemahkan, ketha’atan dapat meningkat.
2.      Meningkatkan kwalitas dan kwantitas shalat, sebagaimana yang terjadi dibulan suci Ramadlan, disamping kita melakukan shalat wajib lima waktu, kita juga dianjurkan untuk melakukan shalat taraweh dan shalat malam. Dan Allah berfirman: “…Sesungguhnya shalat dapat mencegah kejahatan dan kemungkaran,” Shalat yang benar, khusyu’ dan ikhlas karena Allah akan menumbuhkan energy positif yang kuat pada diri kita hingga menjauhkan diri dari kejelekan kemungkaran.
3.      Tadarrus (belajar membaca, memahami dan merasakan kandungan Al Qur’an). Dan hal tersebut akan menambah pengetahuan dan pemahaman kita akan bahayanya mengikuti hawa nafsu dan dengan dari Al Qur’an pula kita akan tahu bagaimana cara kita memenagkan peperangan melawan hawa nafsu serta mempertajam kepekaan mata hati kita.
4.      Shadaqah dan zakat. Mengajarkan nafsu untuk tidak mencintai dunia, untuk senantiasa bersyukur dan mengajakan diri untuk menjadi pribadi tangn diatas. Suka membantu dan peduli pada sesame.
5.      Menyibukkan hati dan fikiran untuk senantiasa berdzikir, berdo’a, bermunajah kepada Allah. Dengan dzikir lisan, hati, dan dzikir amal. Sehingga hati dan fikiran tidaklah kosong, karena saat hati dan fikiran kosong kecendrungan hawa nafsu mengisinya, maka datanglah berbagai macam khayalan untuk memperoleh kemewahan,kenyamanan, kenikmatan dan kesenangan. Dan saat itu pula masalah akan bertambah dan kegelisahan akan merebah.
6.      Qiyamul lail memberikan gambaran pada kita agar mata hati kita terus terjaga, mengoreksi, melihat dan membaca berbagai macam sikap, prilaku, ucapan dan fikiran diri yang salah agar diri terus menerus bertaubat memohon ampun dan memperbaikinya.

Dengan enam langkah diatas Insya’Allah kita menjadi pemenang, Amin.. *MuZAr

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Enam Langkah Untuk Mengalahkan Hawa Nafsu"

Posting Komentar

Tulisan adalah cermin kepribadian, silahkan sobat komentar