Bayangan Muslimah Mendorong Hati Masuk Islam

hidayah

“Maaf mbak Selly, sebelum bai’at masuk Agama Islam, saya ingin tanya terlebih dahulu pada anda, “apa yang melatar belakangi anda untuk masuk agama islam?” kata ustad Zainal padanya. Selly pun menceritakan kisah dia hingga punya keinginan masuk Islam. Gadis belia yang bernama Selly yang saat itu lagi duduk di hadapan Ustad Zainal, menceritakan kisahnya.

          “Dulu kecil aku tinggal bersama ayah dan ibu. Ayahku seorang muslim dan ibuku seorang muallaf. Berjalannya waktu, ibu mendapat tekanan dari orang tuanya (kakek dan nenek saya), hingga ahirnya diapun kembali pada agamanya yang semula, yaitu kriten. Dan seringnya ayah pergi bekerja keluar kota hingga berhari-hari membuat saya sering diajak ibu pergi ke gereja. Setelah dewasa aku mulai tahu, bahwa ayah dan ibu punya agama yang berbeda. Dalam hati aku bertanya, kenapa ayah dan ibu harus berbeda agama, dan hal tersebut sering menjadi pemicu terjadinya pertengkaran antara keduanya? Aku mencoba untuk mencari tahu apa agama itu, sehingga ayah mempertahankan agamanya dan orang tua ibuku memaksa ibu kembali kepada agamanya.
          Dan dalam pencarianku, aku temukan sebuah pencerahan, bahwa agama adalah sebuah tatanan atau aturan yang dibuat untuk mengatur hidup manusia, agar memperoleh kebahagiaan hidup di alam dunia, dimana kita berada dan alam akhirat yang katanya wajib diyakini sebagai alam keabadian setelah bangkit dari kematian.
          Satu tahun yang lalu aku temukan kesejukan di hati. Saat aku sering menjumpai ayah, dan ayahku pun sering bercerita tentang agama yang dianutnya, yaitu agama islam. suatu waktu dimalam hari hatiku terasa berdebar, seakan ada kekuatan yang mendorong diri untuk menjadi seorang muslimah. Perasaan senang dan bahagia menyelimuti diri tanpa tahu apa penyebabnya. Aku mulai mencari penyebab itu di fikiranku, namun tidak aku temukan. Kata muslimah semakin sering muncul di hati dan setiap kemunculannya membawa diri terasa tenang, tentram dan bahagia. Tergambar dalam angan sosok berbusana putih yang menutupi seluruh tubuhnya, hanya wajah yang tampak memancarkan cahaya, senyumnya hangat menyapa. menggambarkan hidupnya penuh bahagia. mengajak diri untuk ikut merasakannya. Bila diri disibukkan dengan berbagai macam kegiatan, kata muslimah itupun menghilang dari angan, rasa takut, bingung dan gelisah mulai datang. 

Begitu kuat panggilan Muslimah dalam diri sehingga di setiap kemunculannya menggetarkan hati. Maka secara diam-diam akupun mulai mencari tahu tentang panggilan Muslimah yang sering muncul dalam benakku dari ayah. Ayahkupun memberi petunjuk bahwa itu adalah panggilan hidayah dari Allah SWT Yang menciptakan saya dan alam semesta. Dan Sejak saat itu muncul keinginan kuat dalam hati untuk memeluk 
Agama Islam, hingga kini aku datang bersama ayah untuk bai’at masuk Islam di masjid Al Abror ini pak.

 Seusai Selly bercerita panjang lebar perihal sebab inginnya dia masuk agama islam, maka ustad zainal mulai menjelaskan apa agama islam tersebut dan apa saja yang wajib dilakukan oleh seorang muslimah serta kebahagiaan dan keuntungan apa yang didapat bagi mereka yang beragama islam. Lalu ustad Zainal membaiatnya. Dan saat ustad Zainal mulai membai’atnya tubuh Selly bergetar seakan ada kekuatan besar yang menggerakkan hatinya. Dan saat Ustad Zainal mulai berdo’a, mutiara-mutiara bening mulai mengalir dari sudut matanya yang indah. Dan dalam munajahnya Ustad Zainal bersyukur kepada Allah yang telah mengirim saudari baru dalam Agama Islam.

( Muzar )

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bayangan Muslimah Mendorong Hati Masuk Islam"

Posting Komentar

Tulisan adalah cermin kepribadian, silahkan sobat komentar